Berita

Kelurahan Tulusrejo Mandiri, dari Revolusi Mental Gang Kebangsaan hingga Semangat Kelurahan Tangguh Bencana Mandiri

Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menjadi salah satu yang cukup inovatif dalam Otonomi Award 2018 Kota Malang. Selain adanya Kampung Kebangsaan, kelurahan ini cukup bergeliat karena nilai gotong royong benar-benar diterapkan.

Gotong royong itu dibuktikan dengan sejumlah pembangunan. Seperti bedah dua rumah warga kurang mampu di RW 10 beberapa waktu lalu. Lurah Tulusrejo Nina Sudiarty menyatakan, bedah rumah tersebut diprakarsai Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Lurah Tulusrejo.

Di RW 16 juga terdapat Bantaran Mart, koperasi yang menjual kebutuhan pokok. Bantaran Mart menampung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khusus warga Tulusrejo. Nina menyatakan, banyak usaha yang diprakarsai bersama. Termasuk Gang Kebangsaan di gang 10 yang juga dibangun sendiri oleh warga.

Untuk Kampung Kebangsaan, di gang rumah ini terdapat aneka macam fasilitas. Di tempat ini anak-anak dimudahkan dengan banyaknya fasilitas belajar dan bermain.

Salah satunya dengan adanya mural pendidikan. Di dinding-dinding kampung ini, juga terdapat imbauan untuk semangat belajar. Ini sebagai penyemangat bagi anak-anak kecil di tempat ini.

 

Kota Malang Rencanakan Bangun Wisata Religi

Kota Malang berencana bakal membangun Islamic Center sebagai pusat pendidikan keagamaan dan wisata religi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB), DR. Ir. Drs. Djarot Edy Sulistyono, M.Si menyebutkan pembangunan Islamic Center bertujuan untuk meningkatkan spiritual umat Islam di Kota Malang.

“Tahun ini kita ajukan dananya di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan, red) jika disetujui, maka tahun depan sudah mulai pembangunan. Pembangunan Islamic Center ini bakal menyerap anggaran sebesar Rp. 46,9 miliar, dimana selain gedung juga akan dibangun masjid dengan nuansa Ceng Ho,” ujarnya pada, Selasa (23/4)

“Ini bakal potensial menjadi tempat wisata religi di Kota Malang. Dengan ditambahnya lokasi tujuan wisata ini, maka akan meningkatkan kunjungan wisata dan secara otomatis akan turut menambah PAD (Pendapatan Asli Daeah, red) bagi kota ini,” papar Djarot. Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Tata Ruang DPUPPB Kota Malang, Tedy Soemarna, mengatakan bahwa Islamic Center ini akan dibangun di atas tanah seluas 13.617 x 8.292 meter persegi di kawasan Kecamatan Kedungkandang.

“Dalam pembangunan Islamic Center ini akan ada dua opsi bila APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, red) tidak mencukupi maka kita akan bangun secara bertahap atau multi years. Kita masih belum bisa memastikan soal anggarannya,” kata Tedy. Selain auditorium dan masjid juga akan dibangun asrama, lapangan olahraga, klinik, serta perpustakaan. “Tahun ini kami bakal mengajukan, konsep bangunan sudah kami persiapkan,” tandas Tedy. (say/yof)


Sumber: http://malangkota.go.id/baca/berita/detail/240420147538#ixzz2zrR5ZbTs

Leave a Reply